Calon Presiden Prabowo Subianto menyapa pendukungnya di sepanjang jalan Imam Bonjol usai pengambilan nomor urut di Gedung KPU Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Prabowo-Sandi mendapat nomor urut 2. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Wakil Ketua Komisi II DPR ini memaparkan, di bidang ekonomi Prabowo sejak lama menolak sistem ekonomi neoliberal dan ekonomi liberal. Prabowo disebut selalu memperjuangkan ekonomi kerakyatan, ekonomi Pancasila serta memperjuangkan pasal 33 UUD 45 yakni bumi, air dan kekayaannya harus dikelola oleh negara, dikuasai oleh negara, serta dipergunakan sebesar besarnya untuk kepentingan rakyat.
"Jadi luar biasa pemikiran beliau, diam-diam tahu-tahunya berhasil, tidak hiruk pikuk ke Asian Games pake stuntmen, tahu-tahu pencak silat 14 emas hampir 50% dari 31(emas). Kan diam-diam enggak pencitraan, enggak banyak koar-koar jadi beliau diam, tenang enggak banyak fitnah, enggak banyak bicara tapi menunjukkan produktivitas dan prestasi," pungkas Riza.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding meminta agar calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto tidak sekadar mengumbar slogan keras saat menyampaikan pernyataannya ke publik. Sebab sejak deklarasi pencalonan Presiden, Prabowo dinilai tidak memiliki gagasan sekalipun tentang kerakyatan. Dia juga mempertanyakan prestasi Prabowo.
"Mohon maaf sekali lagi, kami belum pernah melihat prestasi Pak Prabowo, gagasan Pak Prabowo yang memperhatikan rakyat," ujar Karding di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat.
Reporter: Muhammad Genantan Saputra.
Saksikan video menarik berikut ini:
No comments:
Post a Comment