Pages

Friday, October 12, 2018

Asian Para Games: Iberamsyah Gunakan Apresiasi Pemerintah untuk Sekolah Anak

Iberamsyah terlahir sempurna, tanpa memiliki kondisi fisik yang cacat. Namun pada 1990-an, dia divonis dokter terkena katarak. Saat itu, dia masih bekerja sebagai pembersih kolam renang.

"Dokter mengatakan saya harus dioperasi, tapi tidak ada biaya. Tahun 2000, akhirnya saya kehilangan penglihatan," ucap Iberamsyah.

"Kata dokter mungkin penyebabnya zat kimia, kaporit. Dulu kan saya membersihkan kolam renang," dia menambahkan.

Menjadi atlet renang tunanetra, Iberamsyah menceritakan kesulitan yang dia alami. Dia sering terbentur dinding kolam dan tak mengetahui keberadaan lawan.

"Kendala ada, misalnya mengenai tali lintasan. Memastikan untuk lurus, menghindari tali, bila kena sedikit yang kanan, maka ke kiri. Untuk mengetahui lawan, saya mengandalkan pendengaran saja," ujar Iberamsyah.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Berita video Syuci Indriani, menambah emas Indonesia pada ajang Asian Para Games 2018 di GBK Aquatic Center, Jumat (12/10/2018).

Let's block ads! (Why?)


October 12, 2018 at 09:07PM
via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2EfEXH9
RSS Feed

If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Frss&max=3, then Send me an email


Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets.

IFTTT

No comments:

Post a Comment