Liputan6.com, Bangli - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli, Bali menyasar pengunjung Pasar Kidul dan Pasar Kayuamba dalam kegiatan Gebyar Bawaslu Jaga Hak Pilih sebagai upaya memastikan hak pilih masyarakat dalam Pemilu 2019.
"Dari gebyar yang telah dilakukan tadi, ada pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT, pemilih ber-KTP elektronik tetapi tidak ada dalam DPT, dan pemilih yang tidak bisa menunjukkan e-KTP namun mengaku memilih pada Pilgub Bali 2018," ujar Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna, seperti dilansir Antara, Kamis (18/10/2018).
Untuk pemilih yang sudah memiliki e-KTP namun tidak ada dalam DPT, lanjut dia, maka akan segera disampaikan ke KPU Kabupaten Bangli dilengkapi dengan data pendukungnya agar bisa memilih di Pemilu 2019.
"Bawaslu akan melakukan kegiatan gebyar lagi ke sejumlah titik di Bangli, seperti sekolah-sekolah dengan sasaran pemilih pemula, puskesmas, dan pasar-pasar," jelas Nengah Purna.
Sementara itu, Kordiv Penyelesaian Sengketa Provinsi Bawaslu Bali I Ketut Rudia mengatakan, Gerakan Bawaslu Jaga Hak Pilih merupakan inisiasi dari Bawaslu RI guna memastikan warga negara yang memenuhi syarat sebagai pemilih dalam Pemilu 2019 agar benar-benar masuk DPT.
"Persoalan daftar pemilih Pemilu 2019 sudah menjadi isu nasional. Daftar pemilih sampai saat ini belum ditetapkan karena ada beberapa peesoalan belum selesai, seperti pemilih ganda dan pemilih yang tidak masuk dalam DPT," papar Rudia.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:
No comments:
Post a Comment