Perenang Indonesia, Jendi Pangabean, selebrasi usai menjadi yang tercepat pada Asian Para Games cabang renang nomor 100 meter gaya punggung S9 di Stadion Aquatic, Jakarta, Kamis (11/10). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna) Dari awal berangkat ke Jakarta, Komite Paralimpik Nasional (NPC) menargetkan medali emas di nomor 100 meter gaya punggung putra lewat Jendi Pangabean, serta nomor 100 meter gaya dada dan 200 meter gaya ganti putri lewat Syuci Indriani. Hal yang membuat puas sang pelatih selain membawa pulang medali emas, adalah keberhasilan para atlet untuk memperbaiki catatan waktunya. Seperti misalnya Syuci Indriani walaupun mendapat perunggu di nomor 200 meter gaya bebas S14 putri, atlet asal Riau itu bisa memperbaiki catatan waktunya. "Itu luar biasa, karena waktu terbaik Syuci dibuat dua tahun lalu ketika di (Paralimpiade) Brazil," kata Bhima. "Puas, tapi ada beberapa yang masih perlu dievaluasi. Ya biasa lah namanya main sebagai tuan rumah, euforianya masih terlalu besar. Ada untungnya ada ruginya," kata Bhima. Let's block ads! (Why?) October 13, 2018 at 11:15AM via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2RFuqI1 | | If New feed item from http://ftr.fivefilters.org/makefulltextfeed.php?url=https%3A%2F%2Fwww.liputan6.com%2Frss&max=3, then Send me an email | | Unsubscribe from these notifications or sign in to manage your Email Applets. |
No comments:
Post a Comment