Rahman lahir di Oshnaviyeh, Iran, 22 April 1988 lalu dalam kondisi kali yang tidak normal. Namun disabilitas yang menimpanya tidak membuat Rahman putus asa. Sebaliknya, dia memutuskan untuk menjadi atlet dan tidak pernah puas dengan hasil yang sudah dicapai.
Dia mulai berlatih menjadi atlet sejak 2008. Keluarga sangat mendukung karier Rahman.
Namanya mulai melambung saat merebut medali emas kelas +100 kg di ajang Asian Para Games pertama di Guanzhou, Tiongkok, 2010 lalu. Dua tahun kemudian, Rahman semakin mendunia setelah merebut medali emas pada Paralimpiade London untuk kelas yang sama.
Saat itu dia mencatatkan angkatan terbaik seberat 280 kg.
Pada Asia Para Games kedua di Incheon, Korea Selatan, Rahman tampil di kelas +107 kg. Dia kembali merebut medali emas. Dia kemudian menyandang status sebagai manusia terkuat sepanjang sejarah Parlimpaide saat tampil di Brasil 2016 lalu. Saat itu Rahman berhasil merebut emas dan mencatatkan rekor dunia dengan angkatan seberat 300 kg.
Dia melewati rekor dunia sebelumnya, yakni 290 kg. Menurut laporan Washingtonpost, angkatan tersebut setara dengan 50 bola boling, atau 95 galon susu, atau tiga bayi gajah.
Angkatan terbaik Rahman di Asian Para Games 2018 hanya terpaut 5 kg dari rekor dunia tersebut. Angka itu masih setara dengan bobot tiga bayi gajah hutan Afrika yang rata-rata mencapai 90 kg per ekor saat baru dilahirkan.
Namun ini bukanlah akhir petualangan Rahman. Kepada beberapa media, Rahman pernah mengatakan ingin mencatat rekor di atas 350 kg. Dia bermimpi suatu saat ingin menorehkan sejarah sepanjang masa dengan rekor angkatan seberat 450 kg.
Saksikan juga video menarik di bawah ini:
No comments:
Post a Comment