| Liputan6.com, Jakarta - Pernyataan Vice President, Operations and Business Development Go-Jek, Brata Santoso, yang menggambarkan dukungan perusahaan terhadap lesbian, gay, bisexual, transgender (LGBT) menaui pro-kontra. Hal tersebut disampaikan melalui akun media sosialnya, yang kemudian dilaporkan telah dihapus, dalam rangka peluncuran kampanye internal perusahaan bertajuk #GOingALLin. Pernyataan Brata pun memicu kemunculan tagar #uninstallgojek. Kehebohan di dunia maya ini membuat pihak Go-Jek mengeluarkan pernyataan terkait kampanye internal dan pernyataan Brata tersebut. Go-Jek menegaskan pihaknya sangat menghargai keberagaman. Perusahaan pun yakin ide dan kreativitas, yang menjadi kunci melahirkan inovasi bermanfaat bagi masyarakat, merupakan hasil kerja sama berbagai latar belakang pendidikan, budaya dan keyakinan. Layanan ride-sharing itu pun menekankan keberagaman merupakan elemen dalam dinamika karyawannya. Mengenai pernyataan Brata, Go-Jek menekankan itu merupakan pendapat dan interpretasi pribadinya terhadap acara internal perusahaan terkait keberagaman. "Terkait posting-an yang beredar di media sosial, perlu kami tegaskan itu merupakan pendapat dan interpretasi pribadi salah satu karyawan Go-Jek terhadap salah satu acara internal dengan tema keberagaman," tulis Go-Jek dalam keterangan resminya. Perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim itu juga menegaskan selalu menjunjung tinggi nilai dan budaya Indonesia. "Pada intinya, Go-Jek adalah bagian dari Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika," ungkap perusahaan. Let's block ads! (Why?) October 13, 2018 at 12:52PM via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2PxRo2c |
No comments:
Post a Comment